Saturday, July 11, 2009

c Manje menGalaMi Sakit Mate

Pk2kAn

class of 4 suFiaN At-Thauri

Menyoroti tindakan dan tekanan yang dilakukan oleh kerajaan kepada pelajar agama memang ‘menakutkan’. Menakutkan disebabkan sampai begitu sekali kerajaan lakukan kepada mereka yang mendalami ilmu yang boleh membawa taqarrub kepada Allah.

Bermula dari peringkat serendahnya iaitu Sekolah Agama Rakyat (SAR) lagi mereka ingin cantas padahal apa yang diajar disekolah tersebut bukan ilmu untuk berhibur semata-mata tetapi diadun dari ilmu akademik dan juga ilmu akhirat. Kerajaan memikirkan seolah-olah sekolah tersebut melahirkan pengganas cilik yang akan mengebom Putrajaya barangkali.

Itu cerita peringkat rendah, kalau kita kita pergi lebih tinggi sikit di peringkat menengah dalam tahun 2000 rasanya disekat pelajar yang menduduki peperiksaan Sijil Tinggi Ugama yang berada di tingkatan 6 bawah dari melanjutkan pelajaran ke Timur Tengah sebaliknya dibuat sistem baru iaitu Sijil Tinggi Agama Malaysia. Dengan memiliki sijil ini barulah pelajar tersebut boleh ke Timur Tengah. Dalam keadaan membebankan pelajar yang mana diwajibkan pelajar lulus kesemua 13 matapelajaran barulah akan mendapat sijil dan dibenarkan menyambung pelajaran namun kerajaan tidak dapat menyekat kemaraan ‘budak baik’ untuk mendalami ilmu agama.

Setelah kerajaan melihatkan kedegilan budak-budak baik ini walaupun dibuat sistem yang menyusahkan tetapi ramai yang yang mendapat Mumtaz dan dapat menyambung pelajaran ke Timur Tengah khususnya. Lalu bermeeting lah mereka memikirkan cara lain lagi dan terjumpa dengan idea untuk menyekat pelajar-pelajar kolej Islam yang membuat perjanjian persefahaman dengan mengadakan peperiksaan penerimaan ke Universiti khususnya Universiti Al-Azhar Mesir.

Budak baik yang telah menamatkan pengajian di Kolej INSANIAH ( Kedah ), KUIS ( Selangor), KIAS ( Kelantan ) dan lain-lain yang berjaya ke Universiti Al Azhar dikehendaki menduduki peperiksaan penerimaan setibanya di Mesir. Pada mulanya ramailah yang terkandas disebabkan kali pertama -tahun 2005- menjalani peperiksaan ala Al-Azhar dan sebilanagn kecil sahaja yang berjaya. Mereka yang tidak berjaya terpaksa turun tahun yang mana jika perjanjian antara kolej dengan Al-Azhar untuk kemasukan tahun 3 mereka akan turun ke tahun 2 dan bagi mereka yang berjaya akan memasuki Al-Azhar mengikut perjanjian kolej.

Tetapi untuk tahun kedua dan ketiga peperiksaan tersebut diadakan dengan pertolongan dan bantuan abang dan kakak yang telah menduduki ujian tersebut mereka mampu lulus. Lagi la sakit hati pihak kerajaan!

Melihatkan ramai lagi yang masih ke Mesir walaupun telah dibuat peperiksaan penerimaan tersebut dan disambut oleh budak baik dengan semangat yang kuat mereka sekali lagi bermesyuarat. Kali ini mereka mengambil keputusan yang drastik dengan membatalkan terus perjanjian yang telah dibuat oleh pihak Kolej dan Universiti Al-Azhar.

Pembatalan MoU ini katanya pelajar agama sekarang ini tidak laku dalam sektor pekerjaan. Alahai…murahnya pelajar agama berbanding pelajar sains dan teknologi untuk kemajuan dunia!

Manusia yang berakal sempurna tidak akan mengiyakan kenyataan tersebut melainkan ianya bermotif politik semata-mata.

Mereka takutkan pelajar agama disebabkan pelajar agama bila keluar Universiti akan menentang mereka!

Menentang kezaliman yang kerajaan lakukan, menentang pemimpin yang tidak mahu mengikut perintah Allah, menentang kerajaan yang tidak mahu melaksanakan hukum Allah di bumi Malaysia!

Jika kerajaan melakukan perkara yang menepati syariat Allah masakan kami akan menentang anda malah kami akan bersama-sama anda memakmurkan bumi Allah.

Sunnatullah memang telah tercatat yang mana di setiap zaman akan ada pemerintah yang zalim dan pada masa yang sama Allah akan mengutuskan golongan yang akan memerangi mereka dan menyedarkan mereka tentang azab Allah.



MPP of MaaHAD

PerUBAHan MENUJU lebih baik


Umat Islam patut bersyukur karena ajaran dan agama yang dianutnya adalah agama yang telah diridhai oleh Allah swt.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” Ali Imran:19

Islam adalah agama para nabi dan umat-umat terdahulu ketika mereka masih lurus menjalankan agama mereka sesuai dengan perintah rasul dan nabi mereka. 2:132-133,136; 3:52,64,84; 5:111. Karena itu, umat Islam kaya akan kisah dan pelajaran dari umat-umat terdahulu. Kisah yang dialami oleh saudaranya seiman dalam menegakkan tauhid dan memakmurkan bumi. Kisah dan kejadian yang dialami umat terdahulu dapat kita lihat pada Kalamullah untuk diambil ibrah dan pelajaran. Kisah merupakan salah satu uslub, metode dalam mendidik umat.

Di antara kisah dan kejadian unik yang ditayangkan dalam Alquran adalah kisah burung Hud-hud dengan nabi Sulaiman as. Seekor burung hud-hud yang melakukan kerja dakwah tanpa ada perintah terlebih dahulu. Ia mengintai suatu aktiviti suatu kaum yang dengan sebab kabar itulah, segolongan umat mendapat hidayah Allah, masuk ke dalam agama Islam.

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” An-Naml:22-23

Tindakan burung Hud-hud janganlah dijadikan dalil untuk tasayyub (lepas kontrol), tetapi harus dipahami dengan positif bahwa yang dilakukan burung Hud-hud merupakan tindakan memanfaatkan furshah -peluang- untuk menjalankan misi dakwah. Dakwah yang diawali dengan mengetahui keadaan spiritual mereka.

Burung Hu-hud tidak keluar dari tujuan pemimpinnya, juga tidak melanggar prinsip-prinsip umum atau mengabaikan perintah lainnya yang lebih utama, tetapi kisah tersebut menunjukkan bahwa pada diri prajurit terdapat ciri yaqdzah (selalu sadar akan misi), diqqah (teliti) dalam beramal dan semangat untuk menyadarkan kaum. Juga menunjukkan bahwa pada diri pemimpin terdapat sifat atau sikap kontrol, ketegasan dan penyelesaian yang tidak sembrono.

Kecerdasan dan kecemerlangan berfikir burung Hud-hud tersebut telah ia manfaatkan untuk mengambil kesempatan untuk mencari berita dan kabar suatu kaum karena ia berkeinginan untuk menyampaikan risalah Islam kepada mereka, mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah diserta dengan tindakan yang bijak, presentasi yang gemilang serta keberanian dalam mengemukakan alasan.

Kisah ini banyak mengandung pelajaran kita semua, para dai, pendidik dan pengemban amanah di antaranya:

Seorang dai tentu lebih mulia dari seekor burung Hud-hud yang memiliki inisiatif positif dan mencari-cari kebaikan. Seorang dai lagi mukmin lebih terpanggil untuk berinisiatif dan melakukan perbuatan baik tanpa harus menunggu perintah.

Memandang kepada para pemimping dakwah bahwa tidak seluruh rencana dan program dapat dikerjakan dan dapat dikontrol, karena itu pengarahan terhadap semua perintah dan kebijakan adalah lebih diutamakan. Kita dapat menyimak bahwa Nabi Sulaiman as. yang dikuatkan dengan wahyu Allah swt., jin, burung-burung dan makhluk lainnya tunduk padanya, namun ia tidak mampu mengetahui semua perkara dan tidak mampu menyerap semua informasi. Karenanya ia memerlukan sedikit informasi dari burung yang kecil yang secara positif merupakan masukan besar bagi dakwah.

Dari kisah tersebut kita menyaksikan pengecekkan atas keterlambatan burung Hud-hud. Dengan sikap ijabiyah (positif) yang dikembangkan burung Hud-hud, maka alasannya itu diterima.

Di lain pihak, (Sulaiman berkata, “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.) Menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus menerima alasan keterlambatan tersebut dan membatalkan hukuman yang telah ia janjikan karena alasan burung itu. Alasan burung Hud-hud tersebut mengandung kemungkinan benar dan dusta. Tetapi kenyataannya adalah bahwa yang dikabarkan oleh burung hud-hud adalah benar dan dari kabar itulah nabi Sulaiman as. kemudian menyerukan untuk berjihad.

Suatu kekuatan yang dimiliki burung Hud-hud yang digunakan secara positif untuk taat kepada pemimpin, kekuatan ilmu pengetahuan. Sehingga ia selamat dari hukuman berupa siksaan dan penyembelihan dengan ilmu pengetahuan.

“Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” An-Naml: 22

Keberanian burung Hud-hud untuk berbicara kepada nabi Sulaiman a.s. karena kabar yang dibawa burung Hud-hud merupakan kabar penting.

Pelajaran lain, adalah bahwa kita seharusnya selalu hadir dalam segala aktivitas da’wah, pembinaan dan pelayanan umat. Boleh jadi seseorang tidak pernah absen untuk hadir di setiap pertemuan atau rapat akan tetapi keikutsertaannya di setiap aktivitas, kegiatan khidmat umat tidak kelihatan.

Sebagai pemimpin, dapat mengambil beberapa pelajaran yang dapat dicermati dari sikap dan respon Nabi Sulaiman terhadap kerja burung Hud-hud. Di antara pelajaran itu adalah:

Merasa kehilangan terhadap pengikutnya. Seorang pemimpin harus memperhatikan siapa yang tidak hadir dalam setiap pertemuan dan kegiatan. Karena perhatiannya terhadap kehadiran anggotanya merupakan bahagian dari tanggungjawabnya yang harus diambil berat. Nabi Sulaiman a.s. mempertanyakan ketidakhadiran burung Hud-hud.

Sangat perihatin terhadap semue perkara. Seorang pemimpin harus memiliki haibah di hadapan anggotanya dengan menyatakan sikap tegasnya di hadapan pengikutnya.

Evaluasi. Seorang pemimpin harus berinisiatif untuk mengevaluasi proses pembinaan, dakwah dan kegiatan pelayanan di tengah umat.

Klarifikasi uzur. Mengklarifikasi alasan- alasan anggotanya agar penyikapan dan perlakukan yang akan diambil lebih nampak positif.

Dengan kerja yang kelihatannya kecil, hanya sekadar mengetahui keadaan dan kondisi keagamaan suatu kaum, dapat menghasilkan prestasi besar, yaitu keislaman Ratu dan rakyatnya, tunduk untuk beribadah kepada Allah bersama nabi Sulaiman a.s.

Karena itu pula dalam dunia peradaban materi kita melihat banyak karya dan hasil penemuan besar awalnya dirintis oleh kerja dan inisiatif satu orang. Hasil kerja seorang ini kemudian didukung dan didanai oleh kelompok atau negara. Seperti penemuan sepeda, lalu mesin cetak, telegraf, bola lampu dan lain-lain. Demikan pula dalam medan dakwah, banyak yang awalnya merupakan terobosan pribadi kemudian menjadi garapan oraganisasi.

Jadi dengan sikap positif seorang dai, pendidik akan banyak amal Islam yang dapat dihasilkan seiring dengan hasil yang gemilang. Di antaranya adalah dengan merasa kurang di hadapan Allah dalam menjalankan semua kewajiban yang telah dibebankan kepadanya, maka akan muncul rasa pada diri seorang mukmin untuk berusaha mengerjakan satu kewajiban dengan sebaik-baiknya dan dengan niat yang lurus. Dengan demikian ia telah mengerti maksud dari taklif Allah, yaitu agar manusia berusaha membaguskan amalnya dengan cara meluruskan niat dan menyesuaikan segala perbuatan dan ibadahnya sesuai dengan syariat

Di antara sikap positif adalah tidak meremehkan perkara kecil, karena seringkali sesuatu yang besar menjadi kecil nilainya karena niat yang kurang ikhlas dan kadang beberapa kalimat akan mendatangkan kebaikan yang banyak karena niat dan keluar dari hati yang tulus. Pernah seorang ulama ditanya, “Sampai bile Anda terus menulis hadits? Lalu ia menjawab, “Mungkin kalimat yang akan menyelamatkanku masih belum aku tulis.”

Untuk menunjukkan betapa perkara ringan itu tidak boleh dianggap ringan, Rasulullah saw. menegaskan bahwa banyak perkara ringan atau mudah, tetapi di sisi Allah mempunyai banyak pahala dan kebaikan bagi yang melakukannya.

عن أَبِي ذَرّ قالَ قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: تَبَسّمُكَ في وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَأَمْرُكَ بِالمَعْروفِ ونهيُكَ عن المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وإِرْشَادُكَ الرّجُلَ في أَرْضِ الضّلاَلِ لَكَ صَدَقَةٌ، وبَصَرُكَ لِلرّجُلِ الرّدِيءِ البَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ، وإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ والشّوْكَ والعَظْمَ عن الطّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ، وإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ في دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَة. (رواه البخاري والترمذي)

Dari Abu Dzar r.a. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu, perintahmu mengerjakan kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah bagimu, kamu menunjuki orang yang tersesat juga merupakan sedekah bagimu, membantu orang yang kurang penglihatannya juga merupakan sedekah bagimu, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan juga merupakan sedekah bagimu, kamu menuangkan air dari timbamu ke timba saudaramu juga merupakan sedekah bagimu.” (H.R. Bukhari dan Tirmidzi)

Dalam konteks amar ma’ruf nahyi munkar, maka kita akan menemukan medan dan lapangannya yang cukup luas dan lebar. Di mana kita akan menemukan setiap hari fenomena atau suasana kemungkaran yang mesti kita hilangkan dari masyarakat. Maka dengan kata-kata yang bijak kita dapat menuliskan keprihatinan kita atau analisa kritis kita di meda cetak. Atau sekadar mendukung artikel bagus yang mengangkat permasalahan yang sedang kita cermati. Atau mungkin dengan mengirimkan surat ke pejabat atau wakil kita d pusat maupun daerah. Yang penting dalam diri seorang dai adalah keinginan dan kemahuan untuk mengadakan perubahan ke arah positif dengan cara yang dapat ia tempuh sebatas otoritas yang ia miliki. Karena itu keberadaan kita pada posisi yang memiliki otoritas yang luas dan besar akan membantu dan mengefektifkan usaha dakwah dalam perbaikan masyarakat.

Meskipun dengan menjadi ketua RT(rmh tgga) atau lai2 kita dapat lebih maksima dan efektif untuk membuat perubahan di lingkungan sekitar tempat tinggal kita, kenapa kita tidak lakukan? Kenapa kita tidak peduli dengan hal ini, sehingga membiarkan posisi itu dipegang atau berada pada orang yang pemahaman Islamnya masih minima.

Atau posisi struktural di tempat pekerjaan yang menyebabkan kita memiliki otoriti terhadap bawahan kita, maka merupakan suatu bekal dan modal untuk menjadi bahagian dari perubahan di tempat tersebut. Perubahan menuju lebih baik. waAllahu a’lam

Friday, July 10, 2009

BerWAJAH bARu=)



Alhamdulillah...syukur kehadrat Illahi dapat mengupdet blog ni...dan dapat mengubah suai templet..ana belajar sendri atas nasihat habeeb...klu asyik bergantung pade habeeb je sampai bile nak pandai??so ...ana pon try2 la..mmg ssh gak..tp..minat n nak kan yg terbaik ana cuba n cuba..masyaqah usah d kire byknye..tp Alhamdulilah semua d hadapi dgn sabo..mmg best n x sabo nk dpt yg bekenan d ati n sejuk d mate semua..=)


moge2 yg ini yg tbaik n masyuk utuk ku n tuk semua...syukran pade habeeb yg byk bg dorongan n tunjuk ajo..n juge pade jalan panduan yg mengajo d alam maya ini..http://maribinablog.blogspot.com/
juge buat buah ati pengarang jantung yg sabo dgn mama yg mengadap com ni je... xmelayan sepenuhnye ragam die..hehe pe2 pon mama saaaayaaanngg die...

semoge dr ini lebih thabat dalam cabang ilm ini..


Monday, July 6, 2009

SaLaM TaKziaH BuaT saHabatKU

Salam takziah ku ucapkan buat sahabat seperjuanganku d Ardul kinanah ini iaitu NUR AQILAH bt HASHIM d atas pemergian ayah nya pade hari kelmarin bersamaan 050709...


Setiap yg bernyawa pastinya akan mati..begitulah lumrah kehidupan d alam yg sementara ini.. d harap sahabat ku ini akan tabah dalam menghadapi ujian NYA ini..

semalam sempat ana bersame suami & anak berziarah temanku ini..ku lihat Aqilah begitu tabah dari riak wajah nya yg tenang menyambut kehadiran ku sekeluarga..dengan tenang Aqilah sempat bercerita padaku sabab musabab ayahnya telah d jemput Illahi..dr khabaran ibunya d Mesia..ayahnya telah d kejarkan ke hospital selayang atas sebab tekanan darah rendah...pagi nye arwah d masukkan ke hospital & petang nye arwah d jemput Illahi...& Alhamdulillah telah selamat d kebumikan semalam 060709 selepas solat zohor d Batak rabit,Teluk Intan...

semoga diri sahabtku ini lebih tabah menghadapi liku2 kehidupan tanpa insan yg bergelar ayah dcc..dan juga buat ibu dan 2adiknya...

semoge roh ayah nya d tempat kan bersame org2 yg soleh d alam sane..d ari & bulan yg baik ini drnya pergi bertemu RAbbuljalil...semoge semua amalannya d terima Allah...& d tempatkan d kalangan org2 mukmin..amin...

Solat Jenazah


Fardu kifayah yang ketiga wajib dilakukan ke atas mayat orang Islam ialah sembahyang iaitu setelah selesai kapan, mayat diletakkan di tempat yang suci atau di dalam usungan.
Jika mayat lelaki kepalanya di sebelah kiri orang yang hendak sembahyang ke atasnya, dan kakinya di sebelah kanan mereka tersebut.
Dan jika mayat perempuan adalah sebaliknya dan diletak terlentang melintang kiblat di sebelah hadapan Orang hendak sembahyang ke atasnya dan ditudung dengan kain yang bersih.

Rukun Sembahyang Mayat
Rukun sembahyang mayat tujuh perkara :
1.Niat sembahyang ke atas mayat.
2.Takbir Allahuakbar empat kali.
3.Berdiri betul bagi orang yang berkuasa.
4.Membaca Al-Fatihah selepas Takbiratul Ihram.
5.Berselawat ke atas Nabi SAW selepas takbir kali yang kedua.
6.Doa bagi si mati selepas takbir yang ketiga.
7.Memberi salam “Assalamualaikum warahmatullah” selepas takbir yang keempat.

Cara-cara sembahyang ke atas mayat;
Mula-mula berdiri betul dan bertakbiratul Ihram “Allahuakbar” disertakan dengan niat iaitu jika mayat orang lelaki :
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ ِللهِ تَعَالَى
Ertinya : Sengaja aku sembahyang di atas ini mayat lelaki empat takbir kerana Allah Taala.

Jika mayat perempuan dewasa lafaz niatnya :
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ ِللهِ تَعَالَى
Ertinya : Sengaja aku sembahyang di atas ini mayat perempuan empat takbir kerana Allah Taala.

Dan lafaz niat bagi mayat kanak-kanak lelaki :
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ الطِّفْلِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ ِللهِ تَعَالَى
Ertinya : Sengaja aku sembahyang di atas ini mayat kanak-kanak lelaki empat takbir kerana Allah Taala.

Dan jika mayat kanak-kanak perempuan lafaz niatnya :
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْطِّفْلَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ ِللهِ تَعَالَى
Ertinya : Sengaja aku sembahyang di atas ini mayat kanak-kanak perempuan empat takbir kerana Allah Taala.

Dan lafaz niat bagi sembahyang mayat yang ghaib :
أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ ِللهِ تَعَالَى
Ertinya : Sengaja aku sembahyang mayat si anu anak si anu yang ghaib empat takbir kerana Allah Taala.

Jika mayat ghaib itu perempuan :
أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ فُلاَنَةٍ بْنِت فُلاَنٍ الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ ِللهِ تَعَالَى
Ertinya : Sengaja aku sembahyang mayat si anu anak perempuan si anu yang ghaib empat takbir kerana Allah Taala.

Semua lafaz ini bagi sembahyang berseorangan, jika berimam sebut jadi imam atau mengikut imam mana yang berkenaan.
(اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى)
Atau
(مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى)
Jika mayat yang hadir itu ramai, lafaz niatnya :
أُصَلِّي عَلَى هَؤُلاَءِ الأَمْوَاِتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ ِللهِ تَعَالَى
Ertinya : Sengaja aku sembahyang di atas semua mayat ini empat takbir kerana Allah taala.
Jika seorang diri tetapi jika berimam sama seperti lafaz di atas tadi menyebut imam atau mengikut imam.

Selepas takbiratul Ihram baca surah Al-Fatihah dari awal hingga akhirnya, setelah habis Fatihah takbir kali yang kedua “Allahuakbar”
Selepas takbir ini berselawat ke atas Nabi SAW iaitu seperti :
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Dan sunat ditambah
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْم وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ , وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ .
Kemudian takbir kali yang ketiga, selepas takbir ini baca dengan doa bagi mayat seperti:
اللّهُمّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ. وَاعْفُ عَنْهُ.
Dan sunat menambah
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ. وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ. وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثّلْجِ وَالْبَرَدِ, وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ. وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ. وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجَاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ. وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ .
Ertinya : Ya Allah ampunilah baginya dan muliakanlah tempatnya dan lapangkanlah tempat masuknya (di dalam kubur) dan mandikanlah dia dengan air salji dan air dingin (embun) dan bersihkanlah dia daripada kesalahan (dosa) seperti dibersihkan kain putih daripada kekotoran dan gantikanlah tempat yang lebih baik daripada tempat tinggalnya dan ahli (keluarga) yang lebih baik daripada ahlinya dan sahabat yang lebih baik daripada sahabatnya dan masukkanlah dia ke dalam syurga dan lindungkan dia daripada seksa kubur dan seksa neraka.

Ini lafaz doa bagi mayat lelaki jika perempuan semua ha’ dhomir ditukar kepada haa seperti :
اللّهُمّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا. وَاعْفُ عَنْهَا
Dan seterusnya kecuali :
وَفِتْنَتِهِ
Dikekalkan hi berbaris di bawah iaitu :
وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Dan jika mayat kanak-kanak lelaki doanya :
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا ِلأَبَوَيْهِ , وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا , وَأَفْرِغِ الصَبْرَ عَلَى قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتَنْهُمَا بَعْدَهُ , وَلاَ تَحْرِمْهُمَا أَجْرَهُ
.
Dan doa bagi mayat kanak-kanak perempuan :
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فَرَطًا ِلأَبَوَيْهَا , وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَثَقِّلْ بِهَا مَوَازِيْنَهُمَا , وَأَفْرِغِ الصَبْرَ عَلَى قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتَنْهُمَا بَعْدَهَا , وَلاَ تَحْرِمْهُمَا أَجْرَهَا .
Selepas itu takbir “Allahuakbar” kali yang keempat kemudia membaca doa :
اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Doa ini kepada mayat lelaki dan jika mayat perempuan dhomir berbaris hadapan di ganti dengan haa seperti :
اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا
Dan seterusnya.
Ertinya : Ya Allah, janganlah Engkau tahankan kami ganjaran pahalanya dan janganlah Engkau fitnahkan kami selepas kematiannya, ampunilah kami dan juga dia yang telah mati dan ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan beriman dan jangan Engkau jadikan di dalam hati kami kebencian / kecemburuan terhadap orang-orang yang beriman sesungguhnya Engkau Maha Lemah-lembut lagi Pengasih dan Penyayang.
Doa ini sunat jua tidak rukun.

Kemudian memberi salam “Assalamualaikum warahmatullah” seperti lain-lain sembahyang jua iaitu disudahi dengan memberi salam.

Friday, July 3, 2009

Doa d bulan ReJaB




Di antara doa yang digalakkan dibaca pada bulan Rejab ialah doa yang diriwayatkan daripada Anas r.a., bahawa apabila menjelang bulan Rejab, Rasulullah s.a.w. berdoa:



"Ya Allah! Berkatilah kami pada bulan Rejab dan Sya'aban, serta panjangkanlah umur kami hingga sampai ke bulan Ramadhan"

Diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi di dalam al-Syu'ab (3/37/3810) dan Ibnu Abi al-Dunya di dalam Mujab al-Da'wah.